FSPPB
Sabtu, 13 Juni 2026
FSPPB Pertamina — Beranda
Dewan Energi Nasional dan FSPPB Bertemu Bahas Sinkronisasi Regulasi ESDM Demi Penguatan Pertamina di Masa Depan
On The Street Dewan Energi Nasional dan FSPPB Bertemu Bahas Sinkronisasi Regulasi ESDM Demi Penguatan Pertamina di Masa Depan

Jakarta - Dewan Energi Nasional (DEN) dan Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menggelar pertemuan produktif hari ini Rabu (23/4/2025) di Sekretariat Jenderal DEN, Jakarta Selatan. Diskusi yang berlangsung hangat dan konstruktif ini berfokus pada upaya sinkronisasi regulasi di sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan tujuan utama memperkuat peran Pertamina dalam memenuhi kebutuhan energi nasional demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pertemuan ini merupakan respons positif DEN atas permohonan audiensi dari FSPPB. Kedua pihak menunjukkan komitmen kuat dalam merumuskan konsep terbaik bagi sustainability Pertamina sebagai aset strategis negara. Dalam pertemuan tersebut DEN akan mengambil langkah-langkah aktif dalam memfasilitasi pendalaman peraturan perundangan terkait reintegrasi Pertamina dan penguatan posisi sebagai Perusahaan Negara (PN) di bawah kendali langsung Presiden Republik Indonesia.Langkah ini dipastikan akan mengedepankan amanat UUD 1945 Pasal 33 yang menegaskan bahwa BUMN mengelola kekayaan negara untuk hajat hidup orang banyak. Dalam keterangannya seusai pertemuan Dr. Dina Nurul Fitria -anggota DEN pemangku kepentingan kalangan konsumen, menyampaikan apresiasi atas kualitas diskusi yang disampaikan oleh perwakilan FSPPB. "Kami melihat betapa pentingnya masukan dari FSPPB. Diskusi yang mendalam baik dari sisi teknis maupun strategis ini akan menjadi landasan penting bagi langkah-langkah DEN ke depan. Kami akan segera menjadwalkan pertemuan lanjutan," tegasnya. Senada dengan Dr. Dina, anggota DEN lainnya Dr. Yusra Khan bahkan menyatakan pentingnya pertemuan seperti ini sejak dini. "Pertemuan yang informatif dan konstruktif seperti ini seharusnya dilakukan sejak dulu dan bisa terjalin lebih awal," katanya. Sementara itu, Ir. Agus Pramono dan Dr. Musri, anggota DEN lainnya yang turut hadir, juga menyoroti pentingnya insight yang diperoleh dari pertemuan ini terkait tata kelola migas dan peran strategis Pertamina. Pertemuan yang diakhiri dengan saling bertukar cenderamata organisasi ini menandakan komitmen kuat DEN dan FSPPB untuk terus menjalin komunikasi dan kolaborasi demi mewujudkan ketahanan energi nasional serta kemaslahatan masyarakat. recommended by *Sumber : tvonenews.com

Admin 26 Apr 2025 590
SPP PWK Cilacap tegaskan komitmen jaga keandalan kilang
Internal SPP PWK Cilacap tegaskan komitmen jaga keandalan kilang

Cilacap - Serikat Pekerja Pertamina Patra Wijayakusuma (SPP PWK) Cilacap menegaskan komitmen seluruh pekerja untuk menjaga keandalan kilang demi memastikan kedaulatan energi negeri. Saat konferensi pers dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke-22 SPP PWK di Sekretariat SPP PWK Cilacap, Kamis, Ketua Umum SPP PWK Cilacap Dwi Jatmoko mengatakan selaras tema HUT Ke-22 “Menjaga Pertamina dengan Kinerja, Cinta dan Doa” membawa semangat untuk senantiasa memberikan pengabdian terbaik bagi perusahaan, khususnya Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU IV Cilacap. “Kilang Cilacap memiliki peran sangat strategis dengan kapasitas terbesar 348 ribu barrel per hari dan produk terlengkap, maka sudah menjadi komitmen kami menjaga dan mengawal performa terbaik,” katanya. Ia juga mengapresiasi keberhasilan Kilang Cilacap melakukan pemeliharaan berkala yang dilakukan di area Kilang II selama periode Januari-Februari 2025. “Tuntas pemeliharaan berkala dengan keterlibatan pekerja dan masyarakat lokal, saat ini kembali beroperasi pada kapasitas optimal. Hal ini juga menjadi dukungan untuk kesuksesan Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Rafi) 1446 Hijriah,” katanya. Lebih lanjut, dia mengatakan rangkaian kegiatan HUT Ke-22 SPP PWK dilengkapi dengan beragam aksi sosial seperti berbagi ratusan paket sembako kepada masyarakat sekitar serta bantuan sembako dan mesin cuci bagi penghuni Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia (PPSLU) Dewanata, Desa Slarang, Kecamatan Kesugihan, Cilacap. “Berbagi dengan masyarakat sekitar dan lansia memberikan pengalaman dan pelajaran berharga bagi kami untuk senantiasa menyayangi mbah kakung dan mbah putri kita,” ungkapnya. . Dalam kesempatan itu, SPP PWK juga membagikan stiker “Bangga Menggunakan BBM Pertamina” sebagai ajakan untuk masyarakat senantiasa menggunakan BBM Merah Putih. “Kami menyebutnya BBM Merah Putih sebagai produk kebanggaan Indonesia. Kami memastikan produk BBM yang dihasilkan termasuk dari Kilang Cilacap sudah memenuhi standar Indonesia maupun internasional,” kata Dwi. SPP PWK merupakan wadah aspirasi dan perjuangan para pekerja Kilang Cilacap. SPP PWK juga menjadi bagian penting dari Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB). *Sumber : antaranews.com

Admin 26 Apr 2025 659
Rayakan HUT ke-22, FSPPB Perkuat Sinergi Untuk Kedaulatan Energi
Kafe News Rayakan HUT ke-22, FSPPB Perkuat Sinergi Untuk Kedaulatan Energi

Jakarta – Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 dengan menggelar tasyakuran dan buka puasa bersama. Acara yang berlangsung di Kantor FSPPB, Jakarta, ini dihadiri oleh jajaran Komisaris dan Direksi PT Pertamina (Persero). Mengusung tema "Pertamina Tangguh Bersama Pekerja untuk Energi Berdaulat", perayaan ini menjadi momentum refleksi serta penguatan sinergi antara pekerja, manajemen, dan perusahaan dalam menghadapi dinamika sektor energi nasional. Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, menyampaikan selamat atas HUT ke-22 FSPPB. Ia menekankan bahwa usia ini merupakan tahap kematangan bagi serikat pekerja dalam memberikan kontribusi kepada negara dan Pertamina. “Momen tasyakuran dan buka puasa ini merupakan simbol sinergi antara serikat pekerja dan manajemen. Harapan kami, kolaborasi ini semakin erat dengan semangat kebersamaan dan gotong royong untuk mendukung visi dan misi perusahaan ke depan,” ujarnya. Senada dengan itu, Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, berharap momentum bulan Ramadan dapat memperkuat persatuan dan kekeluargaan antara manajemen dan serikat pekerja. "Ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk introspeksi dan memperbaiki diri. Semoga kebersamaan ini terus terjaga, tidak hanya saat ini tetapi juga di masa mendatang," kata Simon. Presiden FSPPB, Arie Gumilar, menegaskan komitmen serikat pekerja dalam menjaga kelangsungan bisnis perusahaan dan mewujudkan kedaulatan energi Indonesia. Menurutnya, kesejahteraan pekerja harus selaras dengan keberlanjutan perusahaan. “Sejalan dengan visi dan misi Pertamina serta arahan Presiden Prabowo Subianto, Pertamina diharapkan menjadi pilar utama dalam mewujudkan swasembada energi nasional. Integrasi dari hulu ke hilir harus diperkuat agar rantai pasok lebih efisien,” tegas Arie. Selain sebagai ajang silaturahmi, acara ini juga menjadi wadah kepedulian sosial. Sebanyak 25 Serikat Pekerja konstituen FSPPB di seluruh wilayah operasi Pertamina secara serentak menyalurkan santunan senilai Rp 800 juta kepada lebih dari 100 lembaga penerima, termasuk masyarakat prasejahtera, panti asuhan, dan pusat layanan kesehatan. Acara ditutup dengan buka puasa bersama dan doa untuk kemajuan Pertamina serta bangsa. Kolaborasi ini menegaskan bahwa ketangguhan Pertamina lahir dari dedikasi pekerja yang berintegritas, siap menghadapi tantangan global dengan semangat kebersamaan.

Admin 26 Apr 2025 675
FSPPB Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Bekasi dan Cawang
Internal FSPPB Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Bekasi dan Cawang

Jakarta - Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir, Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menyalurkan bantuan ke dua lokasi, yaitu Bekasi dan Kelurahan Cawang, Jakarta Timur. Banjir yang melanda wilayah tersebut terjadi akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir, yang menyebabkan Sungai Ciliwung dan Sungai Bekasi meluap.Sistem drainase yang tidak mampu menampung volume air yang besar turut memperparah kondisi.Akibatnya, ratusan rumah di Bekasi dan Jakarta Timur terendam banjir dengan ketinggian mencapai lebih dari satu meter, akses jalan terganggu. BPBD DKI Jakarta mencatat ada 1.229 warga yang terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.Setelah melakukan peninjauan lokasi pada 6–7 Maret 2025, FSPPB bergerak cepat untuk mendistribusikan bantuan pada hari ini, Senin (10/3/2025). Bantuan yang diberikan meliputi hygiene kit sebanyak 200 paket, obat-obatan 200 paket, alat sekolah 100 paket, serta pompa steam elektrik sebanyak 6 unit.Bantuan untuk Kelurahan Cawang diserahkan langsung kepada Lurah Cawang, sementara bantuan untuk Bekasi disalurkan melalui Posko Tanggap Darurat Kota Bekasi di Kantor Wali Kota Bekasi. Presiden FSPPB Arie Gumilar menyampaikan bahwa aksi ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas pekerja Pertamina terhadap masyarakat yang terdampak bencana. “Kami memahami bahwa banjir ini membawa dampak besar bagi masyarakat, tidak hanya secara fisik tetapi juga secara psikologis,” katanya. Oleh karena itu, FSPPB berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban mereka, terutama dalam menjaga kesehatan, kebersihan, dan kelangsungan pendidikan anak-anak di tengah situasi sulit ini. “FSPPB akan terus hadir dan berkontribusi dalam membantu masyarakat, terutama dalam situasi darurat seperti ini,” ungkap Arie Gumilar. FSPPB berkomitmen untuk terus mendukung masyarakat dalam menghadapi bencana dengan aksi nyata dan gotong royong. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan kondisi warga yang terdampak banjir dapat segera pulih dan kembali menjalankan aktivitasnya seperti biasa

Admin 26 Apr 2025 587
Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu Dukung Pemberantasan Korupsi dan Lawan Informasi Sesat yang Jatuhkan Pertamina
On The Street Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu Dukung Pemberantasan Korupsi dan Lawan Informasi Sesat yang Jatuhkan Pertamina

Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya pemberantasan korupsi di Pertamina. FSPPB menghargai dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan terkait dengan kasus dugaan korupsi pada tata kelola pengadaan minyak mentah dan BBM.Praktik korupsi merupakan bentuk pengkhianatan terhadap para pekerja Pertamina yang setiap harinya bekerja dengan penuh integritas dan profesionalitas.Presiden FSPPB Arie Gumilar berharap proses hukum yang sedang berlangsung dapat berjalan sebagaimana mestinya secara terbuka, transparan, adil dan akuntabel. “Namun demikian, kami menyayangkan adanya informasi-informasi menyesatkan yang telah memicu kegaduhan yang berdampak pada kebencian masyarakat terhadap Pertamina,” kata Arie Gumilar dalam keterangan pers yang diterima tvOnenews.com Padahal, menurut Arie, Pertamina merupakan Perusahaan Milik Negara yang telah dan akan selalu menghadirkan energi kepada masyarakat di seluruh penjuru negeri, bahkan hingga daerah pelosok yang terjauh, terluar dan terpencil sekalipun. “Pertamina bahkan juga menjadi salah satu kontributor penyumbang dividen terbesar terhadap APBN setiap tahunnya,” ungkapnya. Sebagai organisasi pekerja, FSPPB ingin menegaskan bahwa Pertamina telah berkomitmen untuk memastikan ketersediaan energi yang berkualitas dan aman bagi masyarakat. “Kami meyakinkan dan menegaskan bahwa BBM yang didistribusikan kepada masyarakat telah sesuai dengan persyaratan spesifikasi yang ditetapkan oleh Kementerian ESDM,” ujar Arie. Kontrol kualitas dan kuantitas BBM dilaksanakan pada setiap tahapan dengan sebaik-baiknya dan terdapat pemeriksaan kualitas secara berkala oleh LEMIGAS. Setiap kegiatan Pertamina dalam tata kelola energi selama ini juga mendapat pengawasan ketat dari Kementerian ESDM, BPH Migas, dan SKK Migas. Kepada seluruh pekerja Pertamina Group di seluruh sentra-sentra operasi, Arie menginstruksikan untuk tetap fokus bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing dengan penuh rasa tanggung jawab dan integritas demi kepentingan bangsa dan negara. “Bersabarlah dan jangan terpengaruh dengan keriuhan maupun isu liar yang ada, agar ikhtiar-ikhtiar kita dalam menjamin ketersediaan pasokan BBM selama bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri dapat senantiasa terwujud,” tuturnya. Kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia, FSPPB memohon dukungan dan doa agar Pertamina bisa tetap bertahan di tengah guncangan yang sedang terjadi. “Marilah berpikir rasional dan tidak terprovokasi mengorbankan Pertamina sebagai Institusi negara yang telah lama menjadi tulang punggung pemenuhan kebutuhan energi nasional untuk masyarakat,” pinta Arie. “Terakhir, pada kesempatan ini kami mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa dan berharap kita senantiasa diberikan kekuatan dan kemampuan serta semua amal ibadah kita di bulan puasa diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Terima kasih atas perhatiannya,” tutupnya.

Admin 26 Apr 2025 423
Kejagung Minta Publik Tak Khawatir, BBM yang Beredar Bukan Hasil Oplosan
On The Street Kejagung Minta Publik Tak Khawatir, BBM yang Beredar Bukan Hasil Oplosan

Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan bahwa kasus dugaan korupsi tata kelola minyak dengan modus mengoplos bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite menjadi Pertamax terjadi pada 2018-2023. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Harli Siregar memastikan, BBM yang beredar di masyarakat saat ini bukanlah hasil oplosan dan tidak ada kaitannya dengan kasus yang sedang diusut. “Jadi, jangan ada pemikiran di masyarakat bahwa seolah-olah minyak yang digunakan sekarang itu adalah minyak oplosan. Nah, itu enggak tepat,” ujar Harli Siregar saat ditemui di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (26/2/2025). Harli menjelaskan, berdasarkan hasil temuan sementara, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan membeli dan membayar minyak RON 92. “Fakta hukum yang sudah selesai (peristiwanya) bahwa RS selaku Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga itu melakukan pembayaran terhadap pembelian minyak yang RON 92, berdasarkan price list-nya. Padahal, yang datang itu adalah RON 88 atau 90,” lanjut Harli. Saat ini, penyidik juga masih mendalami apakah minyak RON 88 dan RON 90 ini, pada tahun 2018-2023, langsung didistribusikan kepada masyarakat atau tidak. “Kami kan harus mengkaji berdasarkan bantuan ahli. Misalnya, kalau yang datang RON 90, RON 90 itu kan Pertalite. Nah, apakah Pertalite ini juga sewaktu diimpor langsung didistribusi?” kata Harli. Diberitakan, Kejaksaan Agung (Kejagung) menduga telah terjadi pengoplosan Pertamax dengan Pertalite dalam konstruksi kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018-2023.

Admin 26 Apr 2025 385
Pertamina bantah oplos Pertalite jadi Pertamax
On The Street Pertamina bantah oplos Pertalite jadi Pertamax

PT Pertamina (Persero) membantah tudingan adanya bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax yang dioplos dengan BBM jenis Pertalite, sekaligus memastikan bahwa Pertamax yang beredar di masyarakat sudah sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. “Narasi oplosan itu tidak sesuai dengan apa yang disampaikan kejaksaan,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso ketika ditemui di Gedung DPD RI, Jakarta, Selasa. Menurut Fadjar, terdapat narasi yang keliru ketika memahami pemaparan oleh Kejaksaan Agung. Fadjar menjelaskan bahwa yang dipermasalahkan oleh Kejaksaan Agung adalah pembelian RON 90 dan RON 92, bukan terkait adanya oplosan Pertalite menjadi Pertamax. RON 90 adalah jenis bahan bakar minyak (BBM) yang memiliki nilai oktan sebesar 90. Pada produk Pertamina, RON 90 adalah Pertalite, di sisi lain RON 92 adalah Pertamax. Dalam kesempatan tersebut, Fadjar menegaskan bahwa produk Pertamax yang sampai ke masyarakat sudah sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. Adapun lembaga yang bertugas memeriksa ketepatan spesifikasi dari produk yang beredar di masyarakat adalah Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) yang berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. “Kami pastikan bahwa produk yang sampai ke masyarakat itu sesuai dengan speknya masing-masing,” ucapnya. Pernyataan tersebut merespons ramainya pemberitaan ihwal adanya Pertalite yang dioplos untuk menjadi Pertamax. Kabar tersebut merujuk pada pernyataan Kejaksaan Agung soal kasus dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang. Kejaksaan Agung menyatakan bahwa dalam pengadaan produk kilang oleh PT Pertamina Patra Niaga, tersangka Riva Siahaan selaku Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga melakukan pembelian (pembayaran) untuk RON 92, padahal sebenarnya hanya membeli RON 90 atau lebih rendah. RON 90 tersebut kemudian dilakukan blending di storage/depo untuk menjadi RON 92 dan hal tersebut tidak diperbolehkan. Dengan demikian, berdasarkan penjelasan Fadjar, yang menjadi masalah adalah pembelian RON 90 yang diklaim sebagai RON 92. Akan tetapi, yang beredar di masyarakat tetaplah RON 92 atau Pertamax dengan spesifikasi yang sudah sesuai. Sumber : antaranews.com

Admin 26 Apr 2025 403
Pertamina Pamer Pendapatan Naik 15% Dalam 3 Tahun, Sempat Capai US$ 84,9 M
On The Street Pertamina Pamer Pendapatan Naik 15% Dalam 3 Tahun, Sempat Capai US$ 84,9 M

Jakarta - PT Pertamina (Persero) menyampaikan kinerja keuangan yang baik usai transformasi holding dan subholding periode tahun 2021 s.d 2023. Tercatat pendapatan atau revenue perusahaan mengalami tren kenaikan sebesar 15%. Wakil Direktur Utama Pertamina Wiko Migantoro mengatakan, revenue tertinggi terjadi pada tahun 2022. Pada kala itu, Pertamina berhasil mengantongi pendapatan sebesar US$ 84,9 miliar. "Kinerja di holding sendiri, revenue kita dari tahun ke tahun selama 3 tahun ini tumbuh 15%, di mana 2022 memegang revenue tertinggi, US$ 84,9 miliar. Banyak faktor menyebabkan, terutama harga minyak saat itu US$ 97 dolar," kata Wiko, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI di Senayan, Jakarta, Kamis (20/2/2025). Parameter kinerja lainnya terlihat pada perolehan EBITDA pada tahun 2023 sebesar US$ 14,4 miliar. naik dibanding tahun sebelumnya sebesar US$ 13,6 miliar. Lalu laba bersih di 2023 juga naik, dari US$ 3,8 miliar di 20222 menjadi US$ 4,4 miliar di 2023. "Dari mana hal ini berasal? Di bawahnya ada kinerja masing-masing subholding kita, mulai kinerja operasional di sektor hulu, produksi migas tumbuh 8% selama 3 tahun terakhir dari 2021-20223 dan mencatat milestone baru pada masa subholding ini," ujarnya. Begitu pula dengan produksi di hulu migas, tembus angka 1 juta barel oil equivalent per day. Wiko mengatakan, hal ini dikontribusi oleh lapangan baru Pertamina, terutama di Rokan dan aset di luar negeri. Sementara di kilang, yield valuable juga meningkat 2%. Menurutnya, hal ini menunjukkan kilang Pertamina mampu menghasilkan produk-produk bernilai dengan persentase meningkat. Kilang Pertamina juga sudah mampu memproduksi 100% kebutuhan solar nasional, sedangkan untuk gasoil 40%. "Volume sales juga meningkat, menunjukkan bahwa demand yang meningkat sejalan dengan pertumbuhan sektor industri dan transportasi. Dari 2021 s.d 2023, di tahun 2023 kita finish menyalurkan 99 juta kiloliter (KL)," kata dia. Lalu volume niaga gas di subholding juga demikian, tumbuh 6% selama 3 tahun terakhir. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa Pertamina memegang peranan penting dalam transisi energi, menyalurkan gas yang dianggap sebagai energi yang lebih bersih dibanding fosil fuel lainnya. "Listrik kita fokus di geothermal dan listrik yang berbasis gas juga tumbuh di tahun 2023, finish kita 5.452 gigawatt hour (GWh), di mana pertumbuhannya 8%. Tidak kalah penting adalah IML, kita mampu menyalurkan dan mendistribusikan bahan bakar minyak energi ke seluruh negeri dan volume utilisasi vessel-nya tumbuh 2% selama 3 tahun terakhir," ujar Wiko. Sumber : detik.com

Admin 26 Apr 2025 387